Kotamobagu - Dalam rangka penanganan dampak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) terhadap pemulihan ekonomi lokal dan ketahanan pangan di Kota Kotamobagu, hari ini kamis (12/11/2020) Bappelitbangda menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini dihadiri oleh Perangkat Daerah terkait penanganan COVID-19 dilingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu dan Tim Tenaga Ahli dari Bappeda Provinsi Sulawesi Utara yang di koordinir oleh Dr. Noldy Tuera.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Gunawan Damopolii. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pemulihan perekonomian nasional di masa pandemi COVID-19 di pandang perlu adanya solusi jangka pendek dan jangka panjang terhadap isu–isu daerah yang terkait dampak dan penanganan COVID-19. Selanjutnya dijelaskan perencanaan pembangunan ekonomi memerlukan bermacam data sebagai dasar berpijak dalam menetukan strategi dan kebijakan agar sasaran pembangunan dapat dicapai dengan tepat sehingga diperlukan indikator yang dapat melihat keberhasilan pembangunan suatu daerah, yaitu pertumbuhan ekonomi (economic growth), penyerapan tenaga kerja (employment), dan inflasi (inflation).
Kepala Bidang Perekonomian, SDA Infrastruktur dan Kewilayahan (PSIK) Adnan Pratama, ST. MM. sebagai penanggung jawab, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan menghasilkan formulasi kebijakan daerah yang nantinya akan ditindaklanjuti kedalam program dan kegiatan perangkat daerah. Diharapkan dengan formulasi kebijakan yang ada, pemerintah Kota Kotamobagu dapat mengatasi dampak dari COVID-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, utamanya adalah tetap menjaga produktivitas dan daya beli masyarakat sehingga tren positif pertumbuhan ekonomi didaerah dapat terus dijaga. (RHT)