Bappelitbangda Kota Kotamobagu Gelar Data Penanganan 'Stunting'

Diposting pada 06 April 2021 Dilihat 259 kali
Kembali

Bappelitbangda Kota Kotamobagu Gelar Data Penanganan 'Stunting'

Kotamobagu - Pelaksanaan penanganan dan pencegahan stunting saat ini di Kota Kotamobagu menjadi fokus perhatian pemerintah kota. Bappelitbangda selaku lembaga yang mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan terkait penanganan stunting, hari ini Selasa (6/04/2021) menggelar rapat lintas perangkat daerah dalam rangka menentukan lokus atau tempat penanganan 'stunting' didesa/kelurahan yang ada di Kota Kotamobagu. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Bappelitbangda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu Ir. Sande Dodo, MT. mewakili Walikota Ir. Tatong Bara, membacakan sambutan dan membuka acara tersebut dengan resmi. Dalam sambutannya Sande menjelaskan bahwa penurunan stunting menjadi prioritas nasional dan daerah kedalam program dan kegiatan prioritas melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah. Untuk meningkatkan  ketepatan dan integrasi berbagai program/kegiatan harus disesuaikan dengan kebutuhan lokasi Fokus dan untuk penyampaian intervensi gizi prioritas bagi rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan, demikian disampaikan Sande.

Kepala Bappelitbangda Sofyan Mokoginta, SH. yang mendapimpingi Sekda menyampaikan bahwa tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan reviu kinerja diarahkan untuk fokus pada penurunan angka stunting melalui intervensi kebijakan terintegrasi. Secara teknis ditambahkan oleh Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Manusia Ibnu Subhan, SS. MM. untuk memastikan efektifitas pelaksanaan intervensi penurunan stunting diKota Kotamobagu perlu pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas mulai dari perangkat daerah secara berjenjang hingga sampai desa/kelurahan sehingga tujuan perbaikan gizi pada anak yang mengalami masalah stunting cepat tercapai.

"Saat ini angka stunting di Kotamobagu berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2020 berjumlah 208 balita atau 5,09% dan jumlah sasaran Balita berjumlah 7.544. ini yang akan menjadi fokus Pemerintah melalui kolaborasi program/kegiatan lintas Perangkat Daerah," Ungkap Santy Datau, SE selaku Kepala Sub Bidang Pemerintahan yang menangani stunting. (RHT)