Bappelitbangda Kota Kotamobagu Libatkan BRIN dan Perguruan Tinggi Lokal Untuk Petakan Ekosistem Inovasi Daerah

Diposting pada 27 Mei 2021 Dilihat 267 kali
Kembali

Bappelitbangda Kota Kotamobagu Libatkan BRIN dan Perguruan Tinggi Lokal Untuk Petakan Ekosistem Inovasi Daerah

Kotamobagu - Pengembangan Inovasi Daerah merupakan hal yang penting dan penentu keberhasilan daerah dalam menuju revolusi industri empat titik nol (4.0), selain itu Inovasi Daerah juga menjadi jalan pintas untuk meningkatkan kapasitas daya saing daerah. Pemerintah Kota Kotamobagu melaui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) hari ini Kamis (27/05/2021) melaksanakan kegiatan Pemetaan Ekosistem Inovasi Melalui Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), Monitoring dan Evaluasi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2021 dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama di Bidang Kelitbangan dengan Perguruan Tinggi di Kota Kotamobagu. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Refli Mokoginta, SE. selaku Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik dan dihadiri oleh seluruh Perangkat Daerah dilingkungan Pemkot.

Dalam pelaksanaan Pemetaan Ekosistem IDSD, Kota Kotamobagu melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dihadiri secara virtual oleh Dr. Muhamad Amin, ST.,MMSI. selaku Analis Kebijakan Ahli Madya. Pada pemaparan yang disampaikan bahwa model pemetaan IDSD untuk menggambarkan kemampuan suatu daerah mengoptimalkan potensi yang dimiliki serta sebagai refleksi tingkat produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah. "Dalam mendorong tumbuh kembang inovasi perlu adanya kolaborasi antar pihak, mengembangkan produk unggulan daerah yang memberi nilai tambah dan menyiapkan ketersediaan infrastruktur digital untuk pengembangan inovasi daerah" ujar Muhamad.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappelitbangda Sofyan Mokoginta, SH. memaparkan hasil evaluasi Kelitbangan dibidang Inovasi daerah. "Berdasarkan indikator IDSD Kotamobagu mendapatkan skor 0,53 dengan kategori rendah dan indikator Indeks Inovasi Daerah (IID) mendapatkan skor 656 dengan kategori daerah inovatif. Hasil ini menunjukan perlunya upaya dari pemerintah untuk meningkatkan indikator inovasi daerah dimasa yang akan datang" ujar Sofyan. 

Pemkot Kotamobagu saat ini membuka ruang bagi para pihak untuk turut terlibat dalam upaya pembangunan melalui dukungan inovasi daerah dengan menjalankan Triple Helix Innovation Concept. Konsep ini akan membangun ekosistem inovasi yang sinergis antara akademisi/perguruan tinggi, pemerintah, dan industri/sektor bisnis sehingga menjadi kunci utama bagi lahirnya inovasi dalam pengembangan ekonomi kreatif dan kapasitas sosial masyarakat. 

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kelitbangan dibidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi (IPTEKIN) antara Bappelitbangda Kota Kotamobagu dan Perguruan Tinggi Lokal. Menurut Kepala Bidang Litbang Muhammad Fahmi Iman, SE. ada tiga Perguruan Tinggi lokal yang menjalin kerja sama, pertama Universitas Dumoga Kotamobagu yang ditandatangani oleh Ir. Feldy Karundeng, M.Si selaku ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), kedua STIE Widya Darma Kotamobagu oleh Agus Irianto Paputungan, SE. MM., sebagai Ketua LPPM dan ketiga, Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika oleh Suci Rahayu Ningsih, S.Kep.,M.Kep.

"Harapan kami, dengan adanya perjanjian kerjasama ini akan terjadi kolaborasi antar aktor untuk menghasilkan kajian kelitbangan yang bermanfaat dalam penetapan kebijakan pembangunan dan adanya kemudahan akses data dan informasi antara kedua bela pihak serta terjadinya transfer ilmu pengetahuan demi peningkatan kapasitas sumber daya manusia" ungkap Fahmi. (RHT)