Walikota Kotamobagu Hadiri Rakorev Penanganan Stunting Tingkat Provinsi

Diposting pada 03 Juni 2021 Dilihat 366 kali
Kembali

Walikota Kotamobagu Hadiri  Rakorev Penanganan Stunting Tingkat Provinsi Sulut

Kotamobagu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Penanganan Stunting se-Sulut. Acara Rakorev secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven O.E. Kandouw. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Kotamobagu Ir. Tatong Bara yang bertempat di Hotel Luwansa Manado Rabu, 2 Juni 2021. 

Walikota Kotamobagu dalam Pemaparannya yang dibawakan oleh Kepala Bappelitbang Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, SH, mengatakan kegiatan ini bernilai strategis karena membahas tentang upaya-upaya dalam rangka penanganan stunting di masa pandemi ini. Keseriusan dalam penanganan stunting dapat kita lihat pada capaian penurunan angka stunting pada tahun 2020 sebesar 4.94%. Diketahui, bahwa capaian penurunan angka stunting Kota Kotamobagu pada tahun 2019 berada pada posisi 5.32%. Ini artinya ada perbaikan kondisi stunting dari tahun sebelumnya sebesar 0.38%.
 
Sofyan menyampaikan bahwa penurunan angka stunting merupakan program prioritas di Kota Kotamobagu, sehingga melalui Bappelitbangda Kota Kotamobagu telah melaksanakan rapat konvergensi penanganan stunting yang dihadiri oleh perangkat daerah yang memiliki peran strategis lewat program kegiatan dan dilanjutkan dengan penentuan desa/kelurahan lokus penanganan stunting.
 
Selanjutnya Kepala Bidang Perencanaan Pembangun Manusia Ibnu Fachri Subhan, SS.,MM. yang mengkoordinir program stunting menjelaskan "Dalam pelaksanaan intervensi penurunan stunting Pemerintah Kota Kotamobagu telah melampaui target Nasional untuk menurunkan angka stunting. Kotamobagu juga sudah menerbitkan Surat Keputusan Walikota Tentang Tim Penanganan dan Pencegahan Stunting dan Penetapan Lokasi Khusus Desa/Kelurahan penanggulangan stunting kota kotamobagu".
 
Perlu diketahui, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. (RHT)